TULUNGAGUNG, Kharismanews.id – Upaya membangun kesadaran dan kemandirian pangan terus dilakukan SMKN 1 Boyolangu Tulungagung melalui program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan). Pada Selasa, 15 September 2026, sekolah menggelar panen raya berbagai tanaman pangan yang dibudidayakan di lingkungan sekolah.
Kegiatan tersebut diikuti Kepala SMKN 1 Boyolangu, Trisno Wibowo, S.Pd., M.M., jajaran wakil kepala sekolah, serta para siswa. Berbagai hasil tanaman berhasil dipanen, mulai dari terong, cabai, sawi pakcoy, kangkung, hingga belimbing wuluh.
Panen raya ini menjadi bagian dari pembelajaran nyata bagi siswa. Mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses menanam, merawat, hingga memanen tanaman yang dibudidayakan di lingkungan sekolah.
Kepala SMKN 1 Boyolangu, Trisno Wibowo, S.Pd., M.M., mengatakan bahwa program SIKAP dirancang untuk memberikan pengalaman kepada siswa sekaligus menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya ketahanan pangan sejak dari lingkungan sekolah.
“Program SIKAP ini bertujuan memberikan pengalaman nyata kepada siswa untuk mengenal, menanam, merawat, dan memanfaatkan lahan secara produktif. Kami ingin siswa tidak hanya belajar tentang ketahanan pangan secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam prosesnya, sehingga tumbuh sikap mandiri, inovatif, peduli lingkungan, dan memiliki kesadaran terhadap pentingnya pangan bagi kehidupan,” ujar Trisno Wibowo.
Menurutnya, keterlibatan siswa menjadi salah satu bagian penting dalam keberlangsungan program tersebut. Dengan ikut mengelola tanaman sejak awal hingga panen, siswa dapat memahami bahwa ketahanan pangan membutuhkan proses, kepedulian, kerja sama, dan konsistensi.
“Hasil panen ini mungkin terlihat sederhana, tetapi proses di baliknya memiliki nilai pendidikan yang besar. Dari kegiatan ini, siswa belajar bahwa lahan yang dikelola dengan baik dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Harapannya, semangat ini dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan, dimulai dari sekolah dan lingkungan sekitar,” tambahnya.
Program SIKAP sekaligus menjadi upaya SMKN 1 Boyolangu dalam menciptakan lingkungan sekolah yang produktif. Lahan sekolah dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran sekaligus media untuk menanamkan nilai-nilai kemandirian dan kepedulian terhadap lingkungan.
Panen raya tersebut menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa pendidikan ketahanan pangan dapat dimulai melalui langkah sederhana. Para siswa diajak melihat langsung hubungan antara pengelolaan lahan, produksi pangan, dan manfaat yang dapat dirasakan bersama.
Dengan semangat tersebut, SMKN 1 Boyolangu terus mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki keterampilan, kreativitas, serta kepedulian terhadap keberlanjutan pangan.
Dari sekolah, tumbuh keterampilan. Dari lahan, tumbuh pangan. Dari tangan siswa, tumbuh harapan untuk masa depan.
Panen hari ini, tanam harapan untuk masa depan!
(sumardi)