Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan, Tanamkan Kesadaran Pangan dan Cinta Lingkungan kepada Siswa

KEDIRI, Kharismanews.id – Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan tidak sekadar menjadi kegiatan menanam bibit di lingkungan sekolah. Lebih dari itu, program tersebut menjadi sarana untuk menanamkan kesadaran kepada siswa tentang pentingnya kemandirian pangan sekaligus membangun kecintaan terhadap lingkungan.

Melalui pemanfaatan lahan sekolah, berbagai jenis tanaman pangan dan hortikultura dikembangkan secara bersama-sama oleh warga sekolah. Di antaranya labu, tomat, cabai, pepaya, pakcoy, dan kubis.

Kepala Sekolah, Misbahul Idab, M.Pd., mengatakan, pemanfaatan lahan sekolah diarahkan agar memberikan manfaat sekaligus menjadi ruang pembelajaran nyata bagi para siswa.

“Program ini bukan hanya menanam bibit, tetapi juga menanamkan kesadaran akan pentingnya kemandirian pangan dan kecintaan terhadap lingkungan,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan bercocok tanam memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai proses kehidupan. Mulai dari menanam, merawat, menjaga pertumbuhan tanaman hingga menikmati hasil panen.

“Program ini adalah wadah belajar yang nyata bagi seluruh siswa tentang proses kehidupan, ketekunan, dan tanggung jawab. Mari kita rawat bersama apa yang kita tanam hari ini, karena dari sebidang tanah ini, kita sedang menumbuhkan masa depan,” tuturnya.

Kegiatan tersebut kemudian mencapai momentum panen raya. Hasil panen menjadi bukti dari ketekunan, kerja sama, serta inovasi seluruh warga sekolah dalam mengoptimalkan lahan yang tersedia.

Dalam kesempatan itu, Fuat Toifi, S.Pd., M.PdI., turut hadir untuk memantau secara langsung perkembangan program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan.

Misbahul Idab menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan program tersebut. Ia berharap program ketahanan pangan di lingkungan sekolah dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.

“Semoga Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan terus menginspirasi, menjadi wadah belajar yang berkelanjutan, dan mencetak generasi yang tangguh serta mandiri,” pungkasnya.

Program ini sekaligus menunjukkan bahwa lingkungan sekolah dapat menjadi ruang edukasi yang lebih luas. Tidak hanya tempat siswa memperoleh pengetahuan di dalam kelas, tetapi juga tempat mereka belajar bekerja sama, bertanggung jawab, mencintai lingkungan, serta memahami pentingnya ketahanan pangan sejak dini.

(sumardi)