Pulang pisau, Kharismanews.id – damang Kepala Adat Kahayan Hilir Harapkan Ritual Mamapas Lewu Jadi Agenda Tahunan Mamapas lewu sebuah ritual tolak bala secara agama Kaharingan yang dijalankan oleh suku Dayak di Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan atau mensucikan alam dan lingkungan hidup (Petak Danum) beserta segala isinya dari berbagai marabahaya, sial, wabah penyakit (Rutas Pali) dan hal buruk lainnya.
.lebih lanjut di katakan Damang Kepala Adat Kecamatan Kahayan Hilir, Idon Y. Riwut saat diwawancarai awak media, Minggu (11/08/2024) mengatakan tujuan dari ritual ini adalah untuk menciptakan rasa aman, tentram dan damai dalam kehidupan bermasyarakat.
secara agama Kaharingan yang dijalankan oleh suku Dayak di Provinsi Kalimantan Tengah. Kegiatan ini bertujuan untuk membersihkan atau mensucikan alam dan lingkungan hidup (Petak Danum) beserta segala isinya dari berbagai marabahaya, sial, wabah penyakit (Rutas Pali) dan hal buruk lainnya.
Ritual keagamaan ini dipimpin oleh pemuka agama Kaharingan yang dikenal dengan sebutan Basir/Balian. Di mana, seorang Basir adalah orang yang dianggap mempunyai kemampuan untuk berhubungan dan berkomunikasi dengan roh-roh gaib penjaga alam dengan menggunakan bahasa Sangiang.
“Saya sebagai Damang hanya mengkoordinir saja, tetapi yang melaksanakan ritualnya adalah para Basir/Balian. Jadi ritual ini merupakan perwujudan tatanan kehidupan masyarakat dayak dalam berinteraksi dengan lingkungan alam sekitarnya, agar selalu terjaga keharmonisan antar sesama”, kata Idon sapaan akrab Damang Kahayan Hilir.
Acara ritual mamapas lewu ini berlangsung di depan kantor Kedamangan Kecamatan Kahayan Hilir selama 3 hari, dimulai pada tanggal 09 sampai dengan 11 Agustus 2024. Pungkas nya (By/IZAS).