Peduli Anak Tidak Sekolah, Kadisdik Kabupaten Kediri Temui Bian, Fasilitasi Pendidikan Gratis hingga Lulus

566

KEDIRI, Kharismanews.id – Komitmen Pemerintah Kabupaten Kediri dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) terus diwujudkan melalui langkah nyata. Salah satunya dilakukan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin, M.Pd., yang menemui Moch. Bian Saputra (19), seorang pemuda asal Desa Adan-Adan yang kini bekerja sebagai pembantu tukang di SDN Sukorejo 1.

Pertemuan yang berlangsung pada Jumat (23/10/2026) tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan kesempatan kedua bagi anak yang belum menuntaskan pendidikan agar dapat kembali belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.

Bian, yang akrab disapa Bian, diketahui merupakan lulusan Madrasah Tsanawiyah (MTs). Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, ia tidak melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya.

Melihat kondisi tersebut, Kadisdik Kabupaten Kediri, Dr. Mokhamat Muhsin, M.Pd., merekomendasikan Bian untuk melanjutkan pendidikan melalui program pendidikan kesetaraan di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Adan-Adan atau PKBM Turus.

Melalui program tersebut, Bian berkesempatan melanjutkan pendidikan secara gratis hingga lulus dan memperoleh ijazah sesuai jenjang pendidikan yang ditempuh. Dengan demikian, keterbatasan biaya diharapkan tidak lagi menjadi penghalang bagi Bian untuk melanjutkan pendidikan.

Program pendidikan kesetaraan menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang belum menyelesaikan pendidikan formal. Melalui jalur ini, warga yang putus sekolah maupun yang belum sempat melanjutkan pendidikan dapat kembali belajar dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing.

Langkah yang dilakukan Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri ini merupakan bagian dari dukungan terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Kediri dalam menurunkan Angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Pendekatan langsung kepada masyarakat diharapkan dapat membantu mengidentifikasi warga yang membutuhkan akses pendidikan sekaligus memberikan solusi yang konkret.

Upaya tersebut juga menegaskan bahwa kesempatan memperoleh pendidikan harus terbuka bagi semua kalangan, tanpa terkendala kondisi ekonomi maupun latar belakang kehidupan.

Kisah Bian menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk belajar tidak berhenti ketika seseorang meninggalkan bangku sekolah. Dengan dukungan pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan lingkungan sekitar, mereka yang sempat terhenti pendidikannya tetap memiliki peluang untuk melanjutkan belajar dan meningkatkan kualitas hidup.

Melalui program pendidikan gratis hingga lulus ini, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap semakin banyak anak dan warga usia sekolah yang kembali mengakses pendidikan, sehingga upaya menekan angka ATS dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Pendidikan adalah hak setiap warga. Melalui kepedulian dan langkah nyata, diharapkan tidak ada lagi anak di Kabupaten Kediri yang kehilangan kesempatan belajar hanya karena keterbatasan biaya.

(sumardi)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.