Plt Bupati Tulungagung Lantik Pengurus LPTQ 2026–2031, Dewan Hakim MTQ XXXII Diminta Jujur dan Profesional

Tulungagung, Kharismanews.id – Pelantikan Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Tulungagung periode 2026–2031 sekaligus mengukuhkan Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXII tingkat Kabupaten Tulungagung dipimipin Langsung oleh Plt Bupati Tulungagung, H. Ahmad Baharudin.
Prosesi pelantikan dan pengukuhan berlangsung di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Kamis (3/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Tulungagung, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh, Ketua PCNU, Ketua Pelaksana LPTQ, Ketua Dewan Hakim, Ketua Baznas, sejumlah kepala OPD, serta tokoh organisasi kemasyarakatan Islam.
Prosesi diawali dengan pembacaan surat keputusan oleh Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra). Setelah itu, pelantikan pengurus LPTQ dan pengukuhan Dewan Hakim MTQ XXXII dilakukan langsung oleh Plt Bupati Tulungagung.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus LPTQ yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa LPTQ semakin aktif dalam membina masyarakat agar mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an.
Menurutnya, peran LPTQ tidak seharusnya berhenti pada penyelenggaraan MTQ atau pencarian bibit-bibit juara. Lebih dari itu, LPTQ diharapkan mampu menghadirkan berbagai program pembinaan yang inovatif dan menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
“LPTQ diharapkan terus membina masyarakat agar semakin mencintai Al-Qur’an, bukan hanya melalui MTQ, tetapi juga dengan berbagai program pembinaan yang inovatif dan menyentuh masyarakat,” pesan Ahmad Baharudin.
Dewan Hakim Diminta Jaga Integritas
Pada kesempatan yang sama, Plt Bupati memberikan penekanan khusus kepada Dewan Hakim MTQ XXXII yang baru dikukuhkan.
Ia meminta seluruh dewan hakim menjalankan amanah dengan menjunjung tinggi kejujuran, profesionalitas, keadilan, dan independensi selama proses penilaian berlangsung.
Ahmad Baharudin menegaskan, MTQ bukan sekadar ajang perlombaan untuk menentukan siapa yang menjadi juara. Lebih jauh, MTQ merupakan bagian dari upaya membumikan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
“MTQ bukan sekadar lomba mencari juara. MTQ merupakan upaya membumikan Al-Qur’an agar generasi muda Tulungagung tumbuh dengan kecerdasan, akhlak, dan kekuatan spiritual,” tegasnya.
Karena itu, proses pembinaan dan pengembangan kegiatan keagamaan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan ulama, pesantren, lembaga pendidikan, organisasi keagamaan, serta masyarakat.
Sinergi tersebut dinilai penting agar keberadaan LPTQ dan pelaksanaan MTQ tidak hanya menghasilkan prestasi di tingkat daerah, tetapi juga memberikan dampak lebih luas terhadap pembentukan karakter generasi muda.
Ahmad Baharudin berharap MTQ XXXII Kabupaten Tulungagung dapat menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus mendorong lahirnya generasi yang religius, berkarakter, dan berakhlak mulia.
Dengan kolaborasi antara pemerintah, ulama, pesantren, sekolah, organisasi keagamaan, dan masyarakat, LPTQ diharapkan mampu menjalankan perannya secara berkelanjutan dalam membangun kehidupan masyarakat Tulungagung yang semakin dekat dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
(red)
Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.