Sinergi Pengawas dan Psikolog: Perkuat Mentalitas Orang Tua dalam Mendidik Generasi Z

Kediri kabupaten– Guna menyelaraskan visi pendidikan antara sekolah dan Orang Tua, SMP Negeri 1 Semen menggelar seminar parenting bertajuk ” Bersama Orang Tua, Kita Membangun Karakter Anak di Era Digital: Sinergi Sekolah dan Orang Tua,”.
Acara ini menghadirkan dua perspektif utama: kebijakan pendidikan dari Pengawas Sekolah dan kesehatan mental dari Psikolog Anak.
Pendidikan Bukan Hanya Tugas Guru
Dalam sambutannya, Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Bapak Dudik Yulianto menekankan bahwa keberhasilan kurikulum tidak hanya ditentukan di dalam kelas. Menurutnya, orang tua adalah “pengawas” pertama dan utama di rumah.
“Sekolah hanya memegang kendali selama 6 hingga 7 jam. Sisanya adalah tanggung jawab lingkungan rumah. Tanpa sinkronisasi antara aturan sekolah dan pembiasaan di rumah, nilai karakter anak akan sulit terbentuk secara permanen,” ujar Bapak Dudik.
Ia juga memaparkan pentingnya pemahaman orang tua terhadap Kurikulum Merdeka yang kini menitikberatkan pada pengembangan minat dan bakat unik setiap siswa, bukan sekadar nilai akademik semata.
Menghadapi Tantangan Psikologis Generasi Z.
Di sisi lain, psikolog klinis anak, Ibu Intan, menyoroti tantangan kesehatan mental yang sering dihadapi anak masa kini, mulai dari kecanduan gawai hingga tekanan sosial di media sosial.
Ibu Intan, memberikan tips praktis bagi orang tua dalam berkomunikasi dengan anak:
Validasi Emosi: Mendengarkan perasaan anak sebelum memberikan penghakiman atau solusi.
Boundaries (Batasan): Menerapkan aturan penggunaan teknologi yang disepakati bersama, bukan sekadar larangan sepihak.
Quality Time: Menghadirkan perhatian penuh (mindfulness) meski hanya 15 menit sehari tanpa gangguan ponsel.
Antusiasme Orang Tua
Kegiatan yang dihadiri oleh wali murid mulai dari wali murid kelas 7, 8 dan 9 yang terbagi dalam tiga sesi ini berlangsung interaktif. Banyak orang tua yang berkonsultasi mengenai cara menghadapi perubahan sikap anak saat memasuki usia prapuber.
Kepala Sekolah Bapak Wawan Irawan berharap kegiatan ini menjadi agenda rutin untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat. Dengan adanya arahan dari pengawas dan bimbingan dari psikolog, orang tua diharapkan pulang dengan strategi baru yang lebih efektif dan penuh kasih sayang.
(red)