Kediri, Kharismanews.id — Upaya membangun budaya hemat energi sekaligus meningkatkan kedisiplinan siswa dilakukan oleh SMAN 1 Ngadiluwih melalui kebijakan pembatasan penggunaan gadget di lingkungan sekolah. Kebijakan ini mulai diberlakukan secara efektif sejak 10 April 2026.
Program pembatasan gadget ini merupakan bagian dari langkah nyata sekolah dalam mendukung gerakan hemat energi, sekaligus menciptakan suasana belajar yang lebih fokus dan kondusif. Dengan mengurangi penggunaan perangkat elektronik secara berlebihan, diharapkan konsumsi energi listrik di lingkungan sekolah juga dapat ditekan.
Kepala SMAN 1 Ngadiluwih, Firstina Husniya Wuri, S.Sos., M.Pd. Menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya berorientasi pada penghematan energi, tetapi juga pembentukan karakter siswa.
“Pembatasan gadget ini kami terapkan sebagai bentuk edukasi kepada siswa agar lebih bijak dalam menggunakan teknologi, sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hemat energi,” ujarnya.
Selain itu, kebijakan ini juga bertujuan untuk mengurangi ketergantungan siswa terhadap gadget, sehingga mereka dapat lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran, interaksi sosial, serta berbagai aktivitas positif di sekolah.
Pihak sekolah tetap memberikan ruang penggunaan gadget secara terbatas untuk kepentingan pembelajaran yang terarah dan diawasi oleh guru. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi tetap berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek kedisiplinan dan efisiensi energi.
Melalui kebijakan ini, SMAN 1 Ngadiluwih berharap dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih sehat, hemat energi, serta mampu membentuk generasi yang bijak dalam memanfaatkan teknologi di era digital.
(Sumardi)