Guna mendukung operasional IPLT, Dinas PUPR kota Kediri Bangun akses Jalan menuju IPLT di kelurahan Campurejo

Kediri Raya, Kharismanews.id – IPLT adalah Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja, yaitu fasilitas yang dirancang khusus untuk menampung dan mengolah lumpur tinja yang diangkut dari tangki septik atau unit pengolahan limbah lainnya. Tujuan utama IPLT adalah mengolah lumpur tinja agar tidak lagi berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan, menghasilkan air olahan (efluen) dan lumpur padat (cake) yang lebih aman untuk dibuang atau dimanfaatkan, serta mengurangi pencemaran lingkungan.

Pengolahan lumpur tinja di IPLT merupakan proses pengolahan lanjutan dikarenakan lumpur tinja yang yang telah diolah di tangki septik, belum layak dibuang dimedia lingkungan.

Untuk itu Pemerintah kota Kediri melalui dinas PUPR Kota Kediri melakukan pembangunan jalan menuju akses pengelolaan lumpur limbah, atau dikenal sebagai instalasi pengelolaan lumpur (IPLT) yang terletak di Kelurahan Campurejo, fasilitas ini merupakan pengolahan lumpur yang pembangunannya pernah ditinjau oleh Kejaksaan Negeri Kota Kediri pada tahun 2024.

‎Fungsi utama instalasi ini adalah untuk mengolah limbah lumpur dari aktivitas manusia agar lebih aman dan tidak mencemari lingkungan sebelum dibuang atau digunakan kembali.
‎Proyek jalan menuju IPLT di Kelurahan Campurejo, Mojoroto mulai digarap Setelah selesai membangun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) akhir 2024 lalu, Pemerintah kota Kediri melalui Dinas PUPR Kota Kediri melanjutkan membangun akses jalan guna mendukung operasional IPLT tersebut.

‎Proyek pembangunan jalan itu dilakukan untuk menunjang fasilitas menuju IPLT, Targetnya, pembangunan akses jalan itu tuntas di tahun ini yang proyek memanjang di sisi timur laut gerbang IPLT sepanjang 200 meter dengan lebar total 22 meter yang ditaksir menelan anggaran sekitar 2,5 M.
Saat ini pekerjaan saluran samping sudah selesai. Ini mulai penyiapan badan jalannya,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kediri melalui Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga I Made Dwi Permana.

‎Adapun akses jalan menuju IPLT nantinya akan berupa jalan paving. Tak hanya membangun akses jalan. Di sana juga akan dibangun landscape taman di sepanjang jalan tersebut. Taman sebagai representasi ruang terbuka hijau itu akan berada di area media jalan
‎Made menambahkan, pembangunan landscape itu bertujuan agar kawasan itu bisa menjadi lebih indah.

‎Sebab tak bisa dipungkiri, masih ada stigma yang melekat di masyarakat terkait fasilitas tersebut. Landscape taman yang juga dihadirkan di sana diharapkan bisa menjadikan kawasan itu rapi dan indah.

‎“Pembangunan akses jalan kami targetkan selesai sampai akhir Desember,” sambung Made.
‎Berdasarkan kajian Dinas PUPR Kota Kediri, instalasi pengolahan lumpur tinja itu bisa menampung hingga 15 meter kubik per harinya.

‎Fasilitas itu dibangun untuk menciptakan sanitasi yang aman di Kota Kediri. Yakni, terolahnya lumpur tinja demi memenuhi baku mutu air limbah domestik.

‎IPLT itu diproyeksikan bisa melayani 50 ribu rumah tangga. Atau, setara dengan kurang lebih 150 ribu jiwa.

‎Dengan pengolahan itu, ditargetkan limbah domestik itu tidak lagi menimbulkan pencemaran lingkungan.

‎Sebab pengolahan lumpur tinja dengan penggabungan sistem konvensional, semi konvensional, dan mekanis dapat mengubah limbah domestik itu menjadi air,sehingga aman dibuang ke sungai.

(red)