TULUNGAGUNG, Kharismanews.id – One Pesantren One Produk (OPOP) merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendorong Pondok Pesantren mencapai kesejahteraan masyarakat serta memiliki kemandirian secara ekonomi melalui pengembangan unit-unit usaha yang dijalankan oleh Pesantren.
Upaya tindak lanjut Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung melaksanakan Kegiatan Bimbingan Teknis Penguatan Manajemen Usaha Sektor Riil. Pembiayaan dan Pemasaran Produk Usaha Bagi Pelaku Usaha Anggota Koperasi Upaya Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat berbasis Pondok Pesantren melalui One Pesantren One Produk yang dilaksanakan selama tiga hari diikuti oleh 41 Peserta dari unsur Pengurus Koppontren, Santri dan Alumni Santri Pondok Pesantren di Kabupaten Tulungagung.
Dalam Pembukaan Bimtek Kepala Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro Kabupaten Tulungagung Dr. Slamet Sunarto, M.Si menyampaikan ini merupakan upaya peningkatan kualitas SDM dan memperluas mitra dengan masyarakat sekitar melalui penguatan tiga pilar OPOP Santripreneur, Sosiopreneur dan Pesantrenpreneur yaitu dengan membentuk jiwa kewirausahaan yang islami, menumbuhkan semangat berwirausaha mendorong Santri dan Alumni Santri untuk menjadi startup bisnis di sektor ekonomi syari’ah, menghasilkan produk Pesantren yang unggul dan berdaya saing serta menjadikan Pesantren sebagai institusi pemberdayaan masyarakat sekitar Pondok Pesantren.
Dalam kesempatan ini Kepala Dinas Koperasi Dan Usaha Mikro beserta Nara Sumber Sekjen OPOP Jatim Gus Ghofirin melakukan diskusi dengan para perserta Bimtek memberikan motivasi guna menyamakan visi dan misi OPOP sehingga diharapkan setelah mengikuti Bimtek upaya Pemberdayaan Ekonomi berbasis Pondok Pesantren dapat tercapai sesuai dengan yang diharapkan.
Narasumber lain yang hadir Koordinator Bidang Pemberdayaan Pesantrenpreneur OPOP Jatim, Asosiasi Koperasi Retail Indonesia (AKRINDO), Konsultan Koperasi dan UMKM, Akademisi UINSATU serta Pelaku Usaha dan Konsultan Bisnis Komunitas Pengusaha Tangan Di atas.
Saat ini Pondok Pesantren di Kabupaten Tulungagung ada yang memiliki produk usaha riil hasil produktivitas para Santri dan Alumni Santri diantaranya yaitu Konveksi, Air Minum Kemasan serta Produk Makanan Ringan selain itu Pondok Pesantren juga ada yang melakukan produktivitas usaha dibidang Pertanian, Perikanan, Peternakan semuanya memiliki potensi untuk dikembangan, beberapa sudah melakukan pemasaran secara online melalui media sosial dan Aplikasi OPOP Market merupakan Pasar Online bagi Santri Pondok Pesantren yang dikelola oleh OPOP Jatim.
(Sumardi)
Anggaran Dana Kegiatan :
APBD Pemerintah Kabupaten Tulungagung Tahun Anggaran 2024.
Hari/Tanggal Pelaksanaan Kegiatan :
SENIN s.d RABU / 26 s.d 28 Pebruari 2024
Tempat Pelaksanaan Kegiatan :
BARN Meeting & Convention (LIIUR CAFE & RESTO) Tulungagung
Narasumber Profesional :
- Sekretaris OPOP Jatim (Gus Ghofirin)
- Koordinator Bidang Pemberdayaan Pesantrenpreneur OPOP Jatim (Gus Alaik)
- DPP AKRINDO (Anang Zunaedi)
- CV. SINERGI SMESCO/Konsultan Koperasi dan UMKM (Armi Dwi Rahayu)
Narasumber Lokal :
- Dosen Marketing dan Bisnis Fakultas Ekonomi dan Bisinis Islam Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (Dr. Deny Yudiantoro, SAP., SPd., MM)
- Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah
(Efriza Pahlevi Wulandari, SE.Sy.,ME) - Komunitas Pengusaha Tangan Di atas / Konsultan Manajemen dan Bisnis
(Galih Surya Hardyanto)
Jumlah Peserta 41 (Empat puluh satu) orang Pengurus Koppontren/Santri/Alumni Pondok Pesantren dan Pelaku Usaha Anggota Koppontren di Wilayah Kabupaten Tulungagung.