BLORA, KHARISMANEWS.ID – Hal tersebut disampaikan Bupati Blora, Arief Rohman, dia mengatakan bahwa, RS Bhayangkara Blora ini bantuan dari Kapolri, yang berlantai empat guna melayani masyarakat Blora terutama wilayah bagian barat dan tetangga kabupaten sebelah yakni Grobogan/Purwodadi.
“Kita bersinergi guna mengecek kesiapan untuk beroperasinya rumah sakit ini. Untuk jajaran OPD (Organisasi Perangkat Daerah) guna mendukung apa-apa yang perlu segera disiapkan, dan dilakukan percepatan,” katanya, saat meninjau RS Bhayangkara tersebut, Selasa (5/12/2023).
Selanjutnya, Bupati Arief juga mengecek sejumlah ruangan hingga fasilitas penunjangnya. Baik di lantai satu hingga lantai tiga. Tampak rumah sakit tersebut juga sudah dilengkapi dengan lift.
“Kita targetkan awal tahun yaitu bulan Februari bisa beroperasi. Untuk itu tadi saya mengecek kesiapan ruangan, termasuk terkait Amdal (Analisis Dampak Lingkungan), SDM (Sumber Daya Manusia), perizinan dan lain-lain. Semoga masyarakat Blora bagian barat di awal tahun bisa merasakan manfaat dari keberadaan Rumah Sakit Bhayangkara ini. Terima kasih Pak Kapolri atas bantuannya,” ungkapnya.
Dikatakannya, kedepan rumah sakit Bhayangkara ini potensial untuk dikembangkan. Tentunya ini tidak berhenti disini. Masih ada tahapan pembangunan selanjutnya.
“Kita usulkan juga nanti dikembangkan, karena lahannya di belakang masih luas,” tandas Bupati Arief.
Sementara itu, Bhirawa salah satu perwakilan dari pelaksana pembangunan PT. Jaya Etika Beton, merinci informasi berkaitan dengan ruangan-ruangan yang tersedia di RS Bhayangkara tersebut.
Dikemukakannya, untuk lantai pertama terdiri dari IGD (Instalasi Gawat Darurat) merupakan suatu fasilitas kesehatan di rumah sakit yang mana di dalamnya memiliki ruangan dan pekerja dalam ruang lingkup yang jauh lebih besar, Radiologi, laboratorium dan poli-poli.
“Ada poli gigi, poli anak, Poli Obstetri Ginekologi (Obgyn) dan lain sebagainya,” terangnya.
Lanjut Bhirawa, untuk lantai dua ini khusus untuk ruang bersalin serta ruang rawat inap, baik kelas satu maupun VIP (Very Important Person) yang artinya menerima hak istimewa yang lebih penting daripada orang-orang biasa.
Kemudian, kata dia, untuk lantai tiga ada ruang operasi/bedah dan ICU (Intensive Care Unit) merupakan ruangan khusus yang disediakan rumah sakit untuk merawat pasien dengan kondisi yang membutuhkan pengawasan ketat. Ruangan ini dilengkapi dengan peralatan medis khusus yang digunakan untuk menunjang proses pengobatan dan pemulihan pasien.
“Termasuk untuk ruang pendukung seperti ruang staf, Ka Rumkit (Kepala Rumah Sakit) beserta jajarannya,” Bhirawa memungkasi.
Sebagai informasi, hadir dalam acara tersebut antara lain, Kepala DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang), Kepala DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu), Sekretaris Dinas Kesehatan beserta Kabid, DLH (Dinas Lingkungan Hidup) dan perwakilan dari Polres .
Jurnalis : Mujito.