Malang , kharismanews.id – Sosialisasi Kesehatan Mengatasi Penyakit Kulit
Penulis : Abdurrafi Sahitya
Jurusan : Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang
PENDAHULUAN
Sistem pakar adalah suatu program komputer yang menggunakan informasi manusia
untuk memecahkan masalah dan membutuhkan keahlian serta pengalaman manusia pada
bidang tertentu. Dalam beberapa bidang, pengembangan sistem pakar sejauh ini telah
membuahkan beberapa hasil, terutama dalam bidang kesehatan kulit. Sama halnya dengan
menjaga kesehatan tubuh, kesehatan kulit sangat penting bagi manusia, namun banyak orang
yang tidak sadar akan pentingnya menjaga kesehatan kulit karena menganggap sebagai hal
sepele. Di Indonesia, penyakit kulit rentan terjadi karena disebabkan oleh infeksi jamur, virus,
dan bakteri serta alergen, sedangkan di Amerika atau Eropa penyakit ini dipengaruhi oleh
faktor degeneratif. Selain itu, ada faktor lain yang mempengaruhi dermatologi yaitu kebiasaan
kotor sosial dan lingkungan. Di masa lalu, penelitian terkait sistem pengalaman dermatologis
telah dilakukan.
Faktor lain yang mempengaruhi dermatosis adalah kebiasaan kotor sosial dan
lingkungan. Di masa lalu, penelitian telah dilakukan dalam kaitannya dengan sistem
pengalaman penyakit kulit. Penelitian tersebut dilaksanakan oleh Yastita et al. yang
menghasilkan Sistem Pakar yang Dibuat Menggunakan Metode 68 – JUITA ISSN:2086-9398
bagian. IV Nomor 2 November 2016 Agustina, D., Mustafidah, H., dan Purbowati, M.R., 67-
77 Faktor Kepastian.
Akan tetapi, penelitian ini hanya mendiagnosis dermatosis dengan gejala pruritus.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk membentuk rancangan dan membuat sistem pakar daring
yang berguna untuk menganalisis penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur.
Sementara itu, adapun manfaat dari penelitian ini yaitu untuk memudahkan pasien yang
terpapar dapat mengenali dan mengetahui jenis penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi
jamur.
Pesantren adalah lembaga yang menggabungkan antara pendidikan dan pelatihan
agama Islam dengan sistem tradisional. Siswa ditawarkan pesantren dan penyelenggaraan
pendidikan formal dalam bentuk madrasah. Pesantren juga memiliki asrama untuk santri yang
berasal dari luar kota. Dikarenakan jumlah santri yang tinggal di pesantren terus meningkat
dan fasilitas yang digunakan secara bergiliran, hal ini menyebabkan tingginya kepadatan
penduduk dan juga mempengaruhi kesehatan para santri di pondok pesantren.
Salah satu penyakit yang paling sering terpapar adalah kudis. Sifilis biasanya terjadi di
rumah sakit karantina, panti asuhan, pesantren, kamp militer atau sekelompok orang lainnya
yang hidup berkelompok atau di lingkungan tertutup. Orang yang terpapar oleh penyakit ini
akan timbul bintik merah pada pergelangan tangannya pada malam hari atau biasa dikenal
sebagai gejala scabies. Skabies atau scabies adalah suatu penyakit kulit yang diakibatkan
karena adanya infeksi dan sensitisasi strain scabies pada manusia. Tanda klinisnya adalah
pruritus yang sering muncul pada malam hari
ruritus adalah kondisi kulit yang biasa terlihat di pesantren. Bahkan, istilah penyakit
ini disebut Jarban dalam Bahasa Arab yang berarti periksa, dan pada dunia medis dikenal
dengan scabies. Biasanya santri atau orang lain yang menetap di pesantren akan sakit dari 1
hingga 3 kali, terlebih lagi ada orang yang bisa mengalami gatal-gatal tanpa henti selama
tinggal di pondok pesantren.
PEMBAHASAN
Ada banyak penyebab urtikaria, seperti tidak memperhatikan kebersihan, tempat tidur
yang kedap air, berganti pakaian dan handuk dengan teman, bahkan kualitas air yang semakin
buruk. Oleh karena itu, penularan penyakit biduran dari satu teman ke teman lainnya di
pesantren sebaiknya segera ditangani. Dengan cara mengadakan pengajaran Sosialisasi
Kesehatan dan Pengobatan Tradisional (Bikat Jarban) di Pondok Pesantren sebagai
kontribusi yang didedikasikan untuk membimbing, menginspirasi dan membagikan
pengetahuan mengenai manfaat daun sirih merah yang jarang diketahui orang banyak,
termasuk pengasuh yang menetap bersama santri di pondok pesantren.
Untuk menggunakan daun sirih dengan kandungan air, karbohidrat, lemak, protein,
kalsium, fosfor, vitamin A, B, C, yodium, antibakteri, pati, gula, serta minyak atsiri 1-4,2%
(Ajizah, 2014) dapat mengatasi masalah gatal. Diharapkan dengan adanya sosialisasi
Kesehatan dan Pengobatan Tradisional ini, banyak petani sehat akan yang dapat membagikan
ilmunya demi ketenangan bagi para santri.
Selain itu, menurut Aljizah (2014) manfaat lain dari daun sirih yang mengandung
antibakteri dari minyak atsiri hingga 1-4,2% yaitu berguna untuk mencegah pembentukan
dinding sel yang kemudian mencegah pembentukan atau pembentukan tidak sempurna.
Agar pemulihan lebih cepat dan mudah, sebaiknya menggunakan daun sirih merah yang
banyak terdapat di perkebunan, hal tersebut dikarenakan daun ini dapat tumbuh dengan subur
dan berlimpah di tempat teduh dan sejuk tanpa banyaknya paparan sinar matahari pada
ketinggian 300 hingga 1000 meter. Tanaman sirih merah tumbuh sangat baik bila mendapat
sinar matahari sekitar 60-75% (Sudewo, 2010).
PENUTUP
Santri hendaknya menggalakan perilaku personal hygiene yang positif dalam arti
menjaga kebersihan diri dari lingkungannya setiap saat dapat mencegah serangan scabies
sedini mungkin