BPBD Tulungagung Salurkan Bantuan Air Bersih ke Desa Karangtalun, 120 KK Terdampak Kekeringan

565

TULUNGAGUNG, Kharismanews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tulungagung menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Dusun Bendiljet, Desa Karangtalun, Kecamatan Kalidawir, Selasa (27/10/2026).

Bantuan tersebut diberikan menyusul laporan kekeringan yang menyebabkan warga kesulitan mendapatkan air bersih akibat musim kemarau panjang.

Distribusi bantuan menyasar warga RT 07 dan RT 08, RW 06, Dusun Bendiljet. Berdasarkan data BPBD, sebanyak 120 kepala keluarga (KK) atau 326 jiwa terdampak kekurangan air bersih di wilayah tersebut.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Tulungagung, Achmad Mugiyono, SSTP., MM., yang akrab disapa Mamat, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan setelah pihaknya menerima permohonan dari Pemerintah Desa Karangtalun beberapa hari sebelumnya.

Selain mendistribusikan air bersih, BPBD juga menyerahkan bantuan berupa dua tandon air untuk digunakan sebagai tempat penampungan sementara. Dengan adanya tandon tersebut, diharapkan warga lebih mudah menyimpan dan memanfaatkan air bersih yang dikirimkan.

Kekeringan Meluas ke 18 Desa
Mamat menyampaikan, memasuki akhir musim kemarau 2026, dampak kekeringan di Kabupaten Tulungagung semakin meluas. Berdasarkan laporan terbaru, bencana kekeringan telah berdampak pada 18 desa yang tersebar di delapan kecamatan, termasuk Dusun Bendiljet, Desa Karangtalun.

BPBD Tulungagung akan terus menyalurkan bantuan air bersih secara bergiliran ke desa-desa terdampak dengan mengerahkan dua armada truk tangki. Upaya tersebut akan dilanjutkan hingga musim penghujan tiba dan ketersediaan air bersih masyarakat kembali membaik.

Berdasarkan perkiraan yang disampaikan BPBD, hujan diharapkan mulai turun secara bertahap pada November dan berlangsung lebih rutin serta merata pada awal Desember.

Warga Diimbau Hemat Air dan Waspada Bencana Di tengah kondisi tersebut, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan kekeringan diimbau untuk tetap menghemat penggunaan air bersih sampai musim penghujan tiba.

Selain itu, memasuki musim pancaroba atau peralihan musim, masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, angin kencang atau puting beliung, serta tanah longsor.

Kewaspadaan terutama diperlukan bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana. Melalui distribusi bantuan air bersih dan imbauan kesiapsiagaan tersebut, BPBD Tulungagung berharap kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sekaligus meminimalkan risiko bencana selama masa peralihan musim.

(Sumardi)

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.